Sanghyangseri.co.id – Mantan Duta Besar Republik Indonesia, Yuli Mumpuni Widarso, mengingatkan adanya potensi masuknya propaganda pro-Israel ke lingkungan kampus di Indonesia. Ia menyebut penyebaran narasi tersebut bisa berlangsung secara halus sehingga sering tidak disadari oleh mahasiswa maupun institusi pendidikan.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum diskusi yang membahas konflik Timur Tengah dan dampaknya terhadap Indonesia.
Masuk Lewat Beasiswa dan Kegiatan Akademik
Menurut Yuli, propaganda yang sering disebut sebagai “Hasbara” dapat menyusup melalui berbagai cara, termasuk program beasiswa, kegiatan akademik, hingga ceramah yang mengandung narasi tertentu.
Ia menilai pendekatan tersebut dilakukan secara sistematis dan terstruktur, sehingga targetnya bisa menjangkau kalangan muda, khususnya mahasiswa.
Target Negara Tanpa Hubungan Diplomatik
Yuli menjelaskan bahwa strategi ini merupakan bagian dari diplomasi publik yang menyasar negara-negara yang belum memiliki hubungan resmi dengan Israel, termasuk Indonesia.
Dengan dukungan sumber daya besar, upaya tersebut disebut berfokus membentuk opini publik agar lebih menerima narasi tertentu di tingkat global.
Dinilai Berpotensi Memecah Persatuan
Selain membangun citra, ia juga menyoroti risiko propaganda yang bisa memicu perpecahan, khususnya di kalangan umat Islam. Narasi tertentu disebut dapat memperuncing perbedaan antar kelompok jika tidak disikapi secara kritis.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap sumber informasi, terutama yang berasal dari media internasional.
Ajakan untuk Lebih Kritis
Yuli mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk lebih selektif dalam menerima informasi. Ia menilai kemampuan berpikir kritis sangat penting agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi menyesatkan.
Menurutnya, edukasi dan literasi informasi menjadi kunci untuk menjaga ketahanan pemikiran di tengah arus globalisasi informasi.






