Sanghyangseri.co.id – Aksi rombongan kendaraan yang diduga membawa mantan anggota DPR RI menjadi sorotan publik setelah video mereka berhenti di jalur ekstrem Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah kendaraan yang dikawal mobil patroli polisi berhenti di salah satu tikungan tajam. Para penumpang kemudian turun untuk berfoto di tengah jalan, yang dikenal sebagai jalur rawan dan memiliki tingkat risiko tinggi.
Aksi Foto di Jalan Picu Kemacetan
Tindakan tersebut berdampak langsung pada arus lalu lintas. Sejumlah kendaraan, termasuk truk besar, terpaksa berhenti dan mengantre karena akses jalan terhalang oleh rombongan tersebut.
Lokasi kejadian sendiri dikenal sebagai salah satu jalur paling ekstrem di Sumatera Barat, dengan tikungan tajam dan tanjakan curam yang menuntut konsentrasi tinggi dari pengendara.
Diduga Libatkan Eks Anggota DPR
Dari informasi yang beredar, salah satu sosok dalam rombongan tersebut adalah mantan anggota DPR RI, Arteria Dahlan. Kehadiran politisi tersebut dalam rombongan juga telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat.
Rombongan tersebut diketahui tengah menjalani agenda kunjungan kerja di wilayah tersebut, meskipun detail kegiatan tidak dijelaskan secara rinci.
Polisi Sebut Tindakan Berbahaya
Pihak kepolisian menilai aksi berhenti di tikungan untuk berfoto sangat berisiko dan tidak seharusnya dilakukan, terlebih di jalur dengan kondisi ekstrem seperti Sitinjau Lauik.
Petugas sebenarnya telah memberikan peringatan kepada rombongan, namun aktivitas tersebut tetap berlangsung. Kejadian ini kemudian menjadi perhatian serius agar tidak terulang di masa mendatang.
Propam Periksa Anggota Polisi
Sebagai tindak lanjut, dua anggota polisi yang bertugas melakukan pengawalan dari Polres Solok Kota kini tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur dalam pengawalan rombongan tersebut. Jika terbukti bersalah, sanksi tegas akan diberikan sesuai aturan yang berlaku.
Jadi Sorotan dan Kritik Publik
Insiden ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawalan kendaraan bukan berarti memberikan kebebasan untuk mengabaikan keselamatan di jalan raya, terutama di jalur yang dikenal rawan kecelakaan.






