Sanghyangseri.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang narapidana kasus korupsi berjalan bebas di luar rumah tahanan viral di media sosial. Peristiwa ini disebut terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan langsung memicu perhatian publik.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan pakaian batik dan peci putih berjalan santai di trotoar tanpa borgol, didampingi petugas. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa narapidana tersebut bahkan sempat melakukan pertemuan dengan pihak tertentu di sebuah kafe.
Identitas Napi Terungkap
Narapidana dalam video tersebut diketahui bernama Supriadi, mantan Kepala Syahbandar Kolaka. Ia sebelumnya telah dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun atas kasus korupsi pada Februari 2026.
Keberadaannya di luar rutan saat masih menjalani masa hukuman menimbulkan pertanyaan besar terkait pengawasan dan prosedur pengawalan narapidana.
Kronologi Kejadian yang Viral
Video yang beredar memperlihatkan Supriadi berjalan di area publik Kota Kendari dengan pengawalan petugas rutan. Namun, yang menjadi sorotan adalah kondisi tangan yang tidak diborgol serta aktivitasnya yang dinilai tidak mencerminkan status sebagai narapidana.
Isu semakin berkembang setelah muncul narasi bahwa yang bersangkutan sempat melakukan pertemuan di sebuah coffee shop, meskipun belum semua klaim tersebut terverifikasi sepenuhnya.
Respons Pihak Berwenang
Menanggapi viralnya kejadian ini, pihak otoritas pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Tenggara langsung mengambil tindakan.
Sanksi diberikan tidak hanya kepada narapidana yang bersangkutan, tetapi juga kepada petugas yang mengawalnya saat kejadian tersebut berlangsung.
Selain itu, narapidana tersebut juga dilaporkan mendapat tindakan disiplin berupa penempatan khusus (isolasi) sebagai bagian dari penegakan aturan di dalam rutan.
Sorotan Publik dan Evaluasi Sistem Pengawasan
Kasus ini kembali memunculkan kritik masyarakat terhadap sistem pengawasan narapidana, khususnya dalam kasus korupsi yang kerap menjadi perhatian publik.
Banyak pihak menilai bahwa kejadian seperti ini dapat menurunkan kepercayaan terhadap sistem hukum dan pemasyarakatan, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Kesimpulan
Viralnya video napi korupsi yang diduga bebas beraktivitas di luar rutan menjadi pengingat penting tentang lemahnya pengawasan jika tidak dijalankan secara ketat.
Langkah cepat dari pihak berwenang dalam memberikan sanksi diharapkan menjadi awal perbaikan sistem, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.






