Sanghyangseri.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa negaranya akan memperoleh “debu nuklir” milik Iran tanpa perlu mengeluarkan biaya. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah isu negosiasi antara kedua negara terkait program nuklir.
Istilah “debu nuklir” yang dimaksud merujuk pada uranium yang telah diperkaya dengan kadar tinggi dan kini berada di bawah tanah Iran. Material ini menjadi perhatian karena berpotensi digunakan dalam pengembangan senjata nuklir.
Trump menyebut bahwa Amerika Serikat akan mendapatkan seluruh material tersebut tanpa adanya transaksi keuangan. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada uang yang berpindah dalam proses tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah adanya laporan yang menyebut Washington sempat mempertimbangkan skema pertukaran dana hingga miliaran dolar sebagai imbalan atas penyerahan uranium yang diperkaya oleh Iran. Namun, Trump membantah skenario tersebut dan menyatakan kesepakatan tidak melibatkan pembayaran apa pun.
“Debu nuklir” yang disebut juga dikaitkan dengan hasil operasi militer sebelumnya, di mana fasilitas nuklir Iran menjadi target serangan. Dampaknya, uranium yang telah diperkaya disebut terkubur di bawah tanah dan menjadi bagian dari dinamika baru dalam negosiasi kedua negara.
Trump juga menyatakan optimisme bahwa pembicaraan lanjutan dengan Iran akan terus berlangsung. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk hadir langsung dalam pertemuan guna mempercepat tercapainya kesepakatan akhir terkait isu tersebut.






