Sanghyangseri.co.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, melakukan peninjauan langsung ke Kampung Mrican di wilayah Sleman, Yogyakarta. Dalam kunjungannya, ia menyusuri kawasan tersebut sejauh kurang lebih 1,5 kilometer sambil melihat hasil penataan lingkungan yang kini jauh lebih rapi dan nyaman.
Kunjungan ini juga mencakup area ruang publik hingga fasilitas pengolahan sampah terpadu yang menjadi bagian penting dari revitalisasi kawasan.
Dari Permukiman Kumuh Jadi Lingkungan Sehat
Kampung Mrican sebelumnya dikenal sebagai kawasan padat dan kumuh dengan kondisi lingkungan yang kurang tertata serta masalah sampah yang cukup serius. Kini, kawasan tersebut telah berubah menjadi permukiman yang lebih bersih, hijau, dan tertata.
Perubahan ini tidak hanya memperbaiki tampilan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga sekitar.
Konsep Penataan “3M” Jadi Kunci
Salah satu pendekatan utama dalam revitalisasi ini adalah metode “3M”, yaitu memundurkan bangunan, meninggikan struktur rumah, dan mengarahkan bangunan menghadap ke sungai. Dengan konsep ini, kawasan yang sebelumnya rawan banjir dan sempit menjadi lebih tertata dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Selain itu, konsep riverfront membuat kawasan di tepi sungai menjadi lebih aman dan nyaman untuk dihuni.
Pengelolaan Sampah Terpadu Jadi Nilai Tambah
Dalam kunjungan tersebut, AHY juga menyoroti keberadaan fasilitas pengolahan sampah terpadu di Condongcatur yang mampu mengolah hingga sekitar 8–10 ton sampah setiap hari. Sampah yang diolah dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif maupun pupuk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa penataan kawasan tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
Didorong Jadi Model Nasional
AHY menilai keberhasilan transformasi Kampung Mrican dapat dijadikan contoh bagi wilayah lain di Indonesia, khususnya kawasan padat penduduk yang menghadapi masalah serupa.
Ia menegaskan bahwa konsep penataan seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni di berbagai daerah.
Penutup
Perubahan Kampung Mrican menjadi bukti bahwa kawasan kumuh dapat disulap menjadi lingkungan yang lebih baik melalui perencanaan yang tepat dan kolaborasi berbagai pihak. Ke depan, model ini diharapkan bisa diterapkan di wilayah lain untuk meningkatkan kualitas permukiman di Indonesia.






