Sanghyangseri.co.id – Kasus pabrik narkoba skala besar di Kota Semarang, Jawa Tengah, semakin berkembang. Polda Metro Jaya mengungkap bahwa salah satu pelaku yang diamankan merupakan oknum anggota kepolisian.
Penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait peredaran obat terlarang di wilayah Jakarta. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengungkap jaringan produksi narkotika yang beroperasi hingga ke luar kota.
Oknum Polisi Diduga Jadi Kurir
Dalam operasi tersebut, polisi menangkap dua orang tersangka berinisial P dan D. Salah satu pelaku, yakni P, diketahui merupakan anggota polisi yang kini masih didalami perannya dalam kasus ini.
Berdasarkan keterangan awal, P diduga berperan sebagai kurir yang bekerja di bawah kendali tersangka utama berinisial D.
Penangkapan P dilakukan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Dari pengakuannya, polisi kemudian melakukan pengembangan kasus hingga ke Semarang untuk mengejar pelaku lainnya.
Pabrik Narkoba Beroperasi di Gudang
Petugas selanjutnya berhasil menangkap D di kediamannya. Dari penangkapan tersebut, polisi menemukan sebuah gudang yang dijadikan tempat produksi narkotika.
Gudang tersebut disulap menjadi laboratorium untuk memproduksi obat terlarang jenis Zenith dalam jumlah besar.
Dalam pengungkapan lanjutan, polisi juga menemukan ratusan ribu butir narkotika serta bahan baku dalam jumlah besar yang siap diproduksi menjadi obat terlarang.
Delapan Pelaku Masih Diburu
Meski dua orang telah diamankan, kasus ini belum sepenuhnya terungkap. Polisi masih memburu delapan orang lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Jerat Hukum Berat Menanti
Para tersangka dalam kasus ini dijerat dengan pasal terkait narkotika dan KUHP yang berlaku di Indonesia. Ancaman hukuman berat menanti, mengingat skala produksi yang besar serta dampaknya terhadap masyarakat.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan aparat penegak hukum, sekaligus menunjukkan bahwa jaringan narkoba masih menjadi ancaman serius yang harus diberantas secara menyeluruh.






