Sanghyangseri.co.id – Kepadatan penumpang terjadi di Stasiun Bogor pada Kamis pagi akibat penutupan sementara sejumlah peron. Antrean panjang terlihat di area pintu masuk, terutama saat jam berangkat kerja.
Lonjakan volume pengguna ini dipicu oleh ditutupnya peron jalur 6, 7, dan 8 yang mulai berlaku sejak pertengahan April 2026. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari proyek pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas layanan kereta.
Antrean Panjang di Pintu Masuk Stasiun
Sejak pagi hari, penumpang terlihat mengantre di gate masuk, khususnya dari sisi Jalan Mayor Oking. Pembatasan arus keluar-masuk diterapkan untuk mengatur pergerakan penumpang agar tidak terjadi penumpukan berlebih.
Meskipun kondisi cukup padat, petugas tetap mengatur aliran penumpang secara bergantian sehingga mobilitas masih dapat dikendalikan.
Sementara itu, situasi berbeda terlihat di pintu masuk dari arah Alun-alun Bogor yang relatif lebih lengang dibandingkan sisi lainnya.
Perubahan Akses Imbas Penutupan Peron
Penutupan peron 6 hingga 8 membuat aktivitas naik dan turun penumpang dialihkan ke peron jalur 2–3 serta 4–5. Perubahan ini berdampak langsung pada pola pergerakan pengguna kereta, terutama pada jam sibuk pagi hari.
Sebagai solusi sementara, penumpang diarahkan menggunakan akses tambahan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang untuk mencapai peron yang masih beroperasi. Jalur ini menjadi alternatif utama guna mengurai kepadatan.
Petugas Disiagakan di Titik Strategis
Untuk memastikan kelancaran arus penumpang, sejumlah petugas ditempatkan di berbagai titik penting, seperti area gate dan jalur penghubung antarperon. Mereka bertugas memberikan arahan serta membantu penumpang menyesuaikan dengan perubahan akses.
Pengaturan ini dilakukan agar aktivitas di dalam stasiun tetap berjalan meskipun terjadi penyesuaian besar akibat proyek pembangunan.
Proyek Pengembangan Infrastruktur Stasiun
Penutupan peron ini merupakan bagian dari proyek perpanjangan jalur dan peningkatan fasilitas, termasuk kanopi peron. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas layanan kereta komuter di masa depan.
Selama masa pengerjaan yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan, pengguna diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Dampak bagi Penumpang KRL
Kondisi ini memberikan sejumlah dampak bagi pengguna, antara lain:
- Antrean lebih panjang saat jam sibuk
- Perubahan akses menuju peron
- Penyesuaian jadwal perjalanan kereta
Meski menimbulkan ketidaknyamanan sementara, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi kereta di kawasan Bogor dan sekitarnya.






