Sanghyangseri.co.id – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan progres signifikan. Pemerintah menyatakan bahwa tahap pertama pembangunan telah rampung, dan kini proyek strategis nasional tersebut memasuki fase kedua yang lebih kompleks.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa fase awal yang berlangsung pada 2020 hingga 2024 difokuskan pada pembangunan kawasan eksekutif, termasuk infrastruktur dasar dan pusat pemerintahan awal. Hasilnya kini mulai terlihat di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP).
Memasuki tahap kedua yang berlangsung pada periode 2025–2030, pembangunan diarahkan pada penguatan fungsi IKN sebagai pusat pemerintahan nasional. Fokus utamanya mencakup pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif, termasuk gedung parlemen serta lembaga peradilan.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028. Rencana tersebut telah diatur dalam kebijakan resmi pemerintah, yang mengarahkan pemindahan fungsi pemerintahan secara bertahap ke wilayah baru tersebut.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mulai menyiapkan proses aktivasi IKN sebagai pusat kerja pemerintahan. Pemindahan aparatur sipil negara (ASN), penyediaan hunian, serta kesiapan gedung perkantoran menjadi prioritas utama sepanjang tahun 2026.
Dari sisi anggaran, pembangunan IKN tetap berlanjut dengan dukungan dana triliunan rupiah yang dialokasikan dalam APBN 2026. Pendanaan ini digunakan untuk mempercepat proyek infrastruktur serta mendukung kelanjutan pembangunan di berbagai sektor.
Di sisi lain, Basuki juga mengungkapkan bahwa perjalanan pembangunan IKN tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk pro dan kontra di masyarakat. Namun, dukungan pemerintah pusat yang semakin kuat, termasuk keterlibatan langsung Presiden, membuat proses pembangunan kini berjalan lebih mantap.
Dengan memasuki tahap kedua, pembangunan IKN tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur dasar, tetapi juga pada penguatan peran strategis sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan simbol masa depan Indonesia.






