Sanghyangseri.co.id – Kasus unik sekaligus meresahkan terjadi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebuah ambulans menjadi korban dugaan rekayasa oleh debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) yang memanfaatkan layanan darurat untuk kepentingan penagihan.
Peristiwa ini bermula ketika pihak ambulans menerima panggilan darurat untuk menjemput pasien di sebuah indekos di wilayah Caturtunggal, Depok, Sleman, pada Rabu siang. Penelpon menyebut kondisi pasien dalam keadaan mendesak dan meminta segera dibawa ke rumah sakit.
Tanpa curiga, sopir ambulans langsung menuju lokasi yang dimaksud dengan niat memberikan bantuan kemanusiaan. Namun, sesampainya di lokasi, ternyata orang yang dicari sudah lama tidak tinggal di tempat tersebut. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa panggilan tersebut bukan keadaan darurat yang sebenarnya.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, pihak ambulans kembali menghubungi nomor pemesan. Dari situlah terungkap bahwa penelepon diduga merupakan debt collector pinjol yang sengaja memesan ambulans untuk mencari dan menekan nasabah agar segera melunasi utang.
Dalam komunikasi tersebut, pelaku bahkan meminta pihak ambulans membantu menyampaikan pesan penagihan kepada orang yang dituju. Modus ini dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan layanan darurat yang seharusnya digunakan untuk kepentingan medis.
Tidak hanya sekali, pihak ambulans mengaku kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi. Bahkan, laporan lain menyebutkan bahwa layanan darurat lain seperti pemadam kebakaran juga pernah mengalami modus serupa dengan laporan palsu.
Akibat kejadian ini, waktu dan sumber daya ambulans terbuang sia-sia. Padahal, layanan tersebut seharusnya bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan medis.
Pihak ambulans berharap kejadian ini mendapat perhatian aparat penegak hukum agar tidak terulang kembali, mengingat dampaknya bisa menghambat pelayanan darurat bagi publik.






