Sanghyangseri.co.id – Cerita haru datang dari seorang anak perempuan bernama Azizah Candrasari yang masih berusia sekitar 6 tahun. Di usia yang seharusnya diisi dengan bermain, ia justru memikul tanggung jawab besar dalam keluarganya.
Azizah harus menggantikan peran ibu yang telah lama pergi. Ia merawat ayahnya yang sedang sakit sekaligus mengurus adiknya yang masih kecil. Kehidupan mereka sehari-hari sangat sederhana dan penuh keterbatasan.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup, Azizah juga ikut mencari barang bekas seperti botol, kardus, dan kaleng bersama ayahnya. Aktivitas tersebut menjadi sumber penghasilan utama keluarga mereka.
Kondisi semakin sulit ketika sang ayah, Hermanto, mengalami sakit dengan benjolan di kepala yang kerap menimbulkan rasa nyeri. Hal ini membuatnya tidak bisa bekerja secara maksimal, sehingga beban yang ditanggung Azizah semakin berat.
Dalam kesehariannya, Azizah melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, mulai dari mencuci, membersihkan rumah, hingga membeli kebutuhan makanan. Bahkan, ia kerap memijat ayahnya ketika rasa sakit kambuh.
Kisah perjuangan bocah ini kemudian menyentuh hati masyarakat luas. Banyak pihak mulai memberikan perhatian dan bantuan setelah cerita tersebut viral di berbagai media. Dukungan datang dari masyarakat hingga institusi, yang berharap kondisi Azizah dan keluarganya bisa membaik.
Di tengah segala keterbatasan yang dihadapi, Azizah tetap memiliki mimpi besar. Ia bercita-cita menjadi seorang polisi wanita (Polwan) agar dapat mengubah nasib dan membanggakan keluarganya di masa depan.
Kisah ini menjadi pengingat tentang keteguhan dan ketulusan seorang anak kecil dalam menghadapi kerasnya kehidupan, sekaligus menggerakkan empati banyak orang untuk saling membantu.






