Sanghyangseri.co.id – Suasana di Masjidil Haram, Makkah, mengalami perubahan menjelang musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026. Salah satu tanda yang paling mencolok adalah Ka’bah yang kini dililit kain putih menyerupai kain ihram.
Perubahan ini dilakukan setelah proses pemeliharaan rutin Ka’bah selama beberapa hari selesai. Pagar pembatas yang sebelumnya mengelilingi area tersebut telah dibongkar, sehingga jemaah kembali bisa mendekat dan beribadah seperti biasa.
Kain Putih Jadi Penanda Musim Haji
Kain putih yang melingkari Ka’bah bukan sekadar hiasan, melainkan simbol dimulainya musim haji. Selain itu, kain penutup Ka’bah (kiswah) juga digulung sekitar tiga meter, sehingga bagian bawah bangunan terlihat jelas.
Tradisi ini rutin dilakukan setiap menjelang puncak ibadah haji. Tujuannya adalah melindungi kiswah dari potensi kerusakan akibat padatnya jemaah yang melakukan tawaf di sekitar Ka’bah.
Jemaah Umrah Mulai Berkurang
Menjelang musim haji, jumlah jemaah umrah di Masjidil Haram terlihat menurun. Hal ini terjadi karena pemerintah Arab Saudi telah menetapkan batas akhir bagi jemaah umrah dari luar negeri untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Selain itu, penerbitan visa umrah juga dihentikan sementara sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan ibadah haji yang lebih terfokus.
Jemaah Haji Mulai Berdatangan
Seiring dimulainya musim haji, jemaah dari berbagai negara mulai tiba di Arab Saudi, terutama melalui Bandara Madinah. Mereka datang dari berbagai negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, hingga Malaysia.
Indonesia juga mulai mengirimkan petugas haji, sementara keberangkatan kloter pertama jemaah dijadwalkan dalam waktu dekat.
Puncak Haji Menanti
Dengan dimulainya rangkaian ini, umat Islam di seluruh dunia kini bersiap menyambut puncak ibadah haji yang diperkirakan berlangsung pada akhir Mei 2026.
Pemasangan kain putih di Ka’bah pun menjadi penanda penting bahwa fase awal musim haji telah resmi dimulai.






