Isu Pajak Selat Malaka Mencuat, Menkeu Purbaya Juga Copot 2 Dirjen Kemenkeu

Admin 002

Isu Pajak Selat Malaka Mencuat, Menkeu Purbaya Juga Copot 2 Dirjen Kemenkeu
Isu Pajak Selat Malaka Mencuat, Menkeu Purbaya Juga Copot 2 Dirjen Kemenkeu

Sanghyangseri.co.id – Wacana penerapan pajak bagi kapal yang melintasi Selat Malaka menjadi sorotan publik setelah disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Gagasan ini dinilai menarik karena menyasar jalur pelayaran internasional yang sangat strategis bagi perdagangan global.

Purbaya mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki posisi penting di Selat Malaka, yang merupakan salah satu jalur utama distribusi energi dan logistik dunia. Ia menilai potensi tersebut bisa dimanfaatkan untuk menambah penerimaan negara, seperti yang dilakukan Iran di Selat Hormuz.

Menurutnya, skema pajak bisa diterapkan dengan sistem pembagian hasil antara negara-negara yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, yakni Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dalam perhitungan awal, Indonesia dan Malaysia berpotensi mendapatkan porsi lebih besar karena wilayahnya lebih luas di jalur tersebut.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan semacam ini tidak hanya mempertimbangkan keuntungan ekonomi semata. Ada aspek diplomasi dan etika internasional yang harus diperhatikan sebelum benar-benar diterapkan.

Selain wacana tersebut, keputusan penting lain juga datang dari Kementerian Keuangan. Purbaya diketahui mencopot dua pejabat tinggi eselon I, yaitu Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Nathan Kacaribu, serta Direktur Jenderal Anggaran, Luky Alfirman.

Pemberhentian ini mulai berlaku sejak 21 April 2026. Untuk sementara, posisi keduanya diisi oleh pelaksana harian sambil menunggu penunjukan pejabat definitif.

Purbaya menyampaikan bahwa kedua pejabat tersebut belum diberikan tugas baru. Ia masih mempertimbangkan penempatan yang sesuai dengan keahlian masing-masing di masa mendatang.

Dengan perubahan ini, setidaknya ada tiga posisi strategis di lingkungan Kementerian Keuangan yang saat ini masih kosong. Pemerintah menargetkan proses seleksi pengganti dapat segera dilakukan dan dilaporkan kepada Presiden dalam waktu dekat.

Isu pajak Selat Malaka dan perombakan pejabat tinggi Kemenkeu pun menjadi perhatian luas karena berpotensi berdampak pada kebijakan ekonomi nasional ke depan.

Popular Post

Harga Beras Terbaru Hari Ini: Cek Daftar Harga Seluruh Indonesia

Gaya Hidup

Harga Beras Terbaru Hari Ini: Cek Daftar Harga Seluruh Indonesia

Harga Beras 1 Kg Hari Ini: Update Terbaru 10 Juni 2025 Harga beras, sebagai kebutuhan pokok sehari-hari, selalu menjadi perhatian ...

Lowongan Driver Indomaret Ciamis

Loker

Lowongan Driver Indomaret Ciamis Tahun 2025 (Resmi)

Mencari pekerjaan sebagai driver di Ciamis? Info lowongan kerja ini mungkin sangat cocok untuk Anda! Bayangkan, mendapatkan penghasilan tetap sambil ...

Lowongan Driver Indomaret Kendari

Loker

Lowongan Driver Indomaret Kendari Tahun 2025 (Lamar Sekarang)

Mencari pekerjaan sebagai driver di Kendari? Info lowongan kerja ini sangat cocok untuk Anda! Kesempatan emas untuk bergabung dengan perusahaan ...

Waspada! Hoaks Dana Rp150 Juta Brunei, Modus Penipuan Baru

Berita

Waspada! Hoaks Dana Rp150 Juta Brunei, Modus Penipuan Baru

Beredar kabar di media sosial tentang bantuan dana senilai Rp 150 juta dari Kerajaan Brunei Darussalam. Klaim ini tersebar luas ...

Dedi Mulyadi Sakit: Klarifikasi Video Rumah Sakit 2022, Bukan 2025

Berita

Dedi Mulyadi Sakit: Klarifikasi Video Rumah Sakit 2022, Bukan 2025

Beredar video di media sosial yang mengklaim Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dirawat di rumah sakit pada awal Juni 2025. ...

Arya Mohan & Nicole Rossi: Misteri Sinetron Asmara Gen Z Terungkap

Gaya Hidup

Arya Mohan & Nicole Rossi: Misteri Sinetron Asmara Gen Z Terungkap

Sinetron Asmara Gen Z yang tayang di SCTV semakin menarik perhatian penonton dengan alur cerita yang kompleks dan penuh misteri. ...