Sanghyangseri.co.id – Dua pilot di Amerika Serikat menjadi sorotan setelah diduga membuat suara hewan seperti kucing dan anjing saat berkomunikasi melalui radio Air Traffic Control (ATC). Aksi tidak biasa tersebut kini tengah diselidiki oleh Federal Aviation Administration.
Insiden ini mencuat setelah rekaman percakapan radio beredar luas di internet. Dalam audio tersebut, terdengar salah satu pilot menirukan suara “meong”, yang kemudian dibalas dengan suara gonggongan oleh pilot lainnya.
Peristiwa itu terjadi di sekitar wilayah udara Ronald Reagan Washington National Airport, yang merupakan salah satu bandara sibuk di Amerika Serikat. Komunikasi tersebut menggunakan frekuensi ATC, termasuk kanal darurat yang seharusnya digunakan untuk situasi penting.
Seorang pihak lain di frekuensi yang sama, diduga petugas ATC atau pilot lain, sempat menegur tindakan tersebut dan meminta agar mereka bersikap profesional. Namun, teguran itu justru direspons dengan suara hewan kembali, sehingga memicu reaksi kesal dari pihak yang menegur.
Otoritas penerbangan AS menegaskan bahwa penggunaan frekuensi radio untuk hal di luar kepentingan operasional penerbangan, terutama di bawah ketinggian tertentu, merupakan pelanggaran aturan. FAA pun menyatakan akan menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan apakah terjadi pelanggaran prosedur komunikasi penerbangan.
Meski sebagian pihak menganggap kejadian ini sebagai candaan di tengah tekanan pekerjaan, banyak kalangan di dunia aviasi menilai tindakan tersebut tidak pantas. Frekuensi ATC, terutama kanal darurat, memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan penerbangan sehingga harus digunakan secara disiplin.
Hingga saat ini, identitas pilot maupun maskapai yang terlibat belum diungkap ke publik. Proses investigasi masih berlangsung untuk menentukan langkah lanjutan terkait insiden tersebut.






