Sanghyangseri.co.id – Kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora mengungkap latar belakang konflik lama yang berujung tragis. Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara tersebut meninggal dunia setelah diserang di area Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur.
Peristiwa terjadi sesaat setelah korban tiba dari Jakarta. Ia diserang menggunakan senjata tajam dan mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk leher, dada, dan perut. Meski sempat mendapat pertolongan medis dan dibawa ke rumah sakit, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Motif Dendam Lama
Hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa motif utama penyerangan diduga karena dendam pribadi. Polisi menyebut kedua pelaku menyimpan sakit hati terhadap korban terkait peristiwa lama yang terjadi pada 2020.
Pelaku menuding Nus Kei memiliki keterkaitan dengan kasus pembunuhan terhadap kerabat mereka di wilayah Bekasi beberapa tahun lalu. Dugaan inilah yang memicu aksi balas dendam hingga berujung pembunuhan.
Pelaku Ditangkap Cepat
Aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil menangkap dua terduga pelaku dalam waktu kurang dari dua jam setelah kejadian. Keduanya kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap lebih dalam kronologi serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Selain itu, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi guna mendalami kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi tersebut.
Dugaan Pembunuhan Berencana
Kasus ini tidak hanya berhenti pada dugaan penganiayaan biasa. Polisi tengah mendalami kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana, mengingat latar belakang konflik yang sudah berlangsung lama serta indikasi persiapan sebelum aksi dilakukan.
Jika terbukti, pelaku bisa dijerat dengan pasal berat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman maksimal hingga penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati.
Respons Partai Golkar
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan duka cita atas meninggalnya Nus Kei. Ia juga meminta agar kasus ini diusut secara tuntas dan transparan oleh aparat penegak hukum.
Partai Golkar menegaskan akan mengawal proses hukum hingga selesai demi memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.






