Sanghyangseri.co.id – Seekor burung albatros Laysan bernama Wisdom, yang dikenal sebagai burung liar tertua di dunia, kembali menjadi perhatian setelah diketahui kini telah memiliki cucu. Kabar ini disampaikan oleh U.S. Fish and Wildlife Service (FWS) melalui dokumentasi terbaru pada awal Maret 2026.
Anak burung yang menetas tersebut merupakan keturunan dari albatros berkode N333, yang sebelumnya juga merupakan anak dari Wisdom. Dengan demikian, burung yang baru menetas ini secara tidak langsung menjadi generasi ketiga dalam garis keturunan Wisdom.
Seperti induknya dahulu, anak albatros tersebut lahir di kawasan Midway Atoll National Wildlife Refuge, yang menjadi habitat penting bagi populasi albatros Laysan dan albatros kaki hitam. Wilayah ini dikenal sebagai tempat berkembang biak bagi ratusan ribu burung laut setiap tahunnya.
Pihak FWS menjelaskan bahwa anak albatros akan tumbuh secara bertahap. Seiring bertambah kuat, mereka mulai menjauh dari sarang dan belajar mandiri sebelum akhirnya mampu terbang. Setelah itu, burung muda biasanya menghabiskan waktu beberapa tahun di laut sebelum kembali ke koloni asal untuk berkembang biak.
Wisdom sendiri diperkirakan telah berusia setidaknya 74 tahun pada 2025, menjadikannya burung liar tertua yang pernah tercatat. Selain usianya yang panjang, ia juga dikenal sangat produktif dalam bereproduksi, dengan puluhan telur yang telah dihasilkannya sepanjang hidup.
Sebagian besar keturunannya berasal dari pasangannya yang lama, Akeakamai, yang diyakini telah bersama Wisdom selama puluhan tahun sebelum menghilang pada 2021. Meski demikian, Wisdom tetap kembali ke lokasi bersarang setiap tahun dan terus menunjukkan kemampuan berkembang biak meski telah berusia lanjut.
Kelahiran generasi baru ini menjadi kabar baik bagi upaya pelestarian satwa, mengingat albatros masih menghadapi berbagai ancaman, seperti perubahan iklim, polusi, serta aktivitas perikanan yang tidak sengaja menangkap mereka.
Secara keseluruhan, kisah Wisdom tidak hanya menunjukkan umur panjang yang luar biasa, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi penelitian ilmiah terkait umur dan pola reproduksi burung laut. Kehadiran cucunya pun menjadi simbol harapan bagi keberlangsungan spesies albatros di masa depan.






