Sanghyangseri.co.id – Pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang menyinggung soal upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto menjadi viral di media sosial dan memicu beragam respons dari tokoh politik.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, mengingatkan pentingnya menjaga prinsip demokrasi yang berjalan sesuai konstitusi. Ia menilai bahwa tindakan di luar jalur konstitusional berpotensi menimbulkan dampak serius bagi stabilitas negara.
Fahri menegaskan bahwa setiap bentuk aspirasi atau kritik seharusnya disampaikan dalam kerangka demokrasi yang sah. Ia juga mengingatkan agar tidak memberi ruang pada tindakan yang bertentangan dengan aturan hukum karena bisa berujung pada kekacauan.
Menurutnya, kondisi global yang tidak stabil saat ini justru menuntut adanya persatuan dan kesepahaman di dalam negeri. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk tetap berpegang pada sistem yang telah diatur dalam konstitusi.
Selain itu, Fahri juga menekankan bahwa dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, tanggung jawab pemerintahan tidak hanya berada pada presiden, melainkan melibatkan berbagai lembaga negara lain sebagai bagian dari mekanisme kolektif.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak kalangan aktivis sepakat untuk terus menjaga dan memperkuat demokrasi yang telah dibangun selama ini. Menurutnya, memberikan ruang pada tindakan inkonstitusional justru bisa mengancam stabilitas yang sudah terbentuk.
Lebih lanjut, Fahri mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi dan melihat kondisi secara menyeluruh. Ia menilai bahwa kebijakan pemerintah, termasuk langkah efisiensi anggaran, merupakan bagian dari upaya perbaikan yang bertujuan untuk kepentingan publik.
Sebelumnya, pernyataan Saiful Mujani yang beredar luas di internet memicu perdebatan publik. Video tersebut memperlihatkan pandangan yang dianggap sebagai ajakan untuk menurunkan Presiden Prabowo, sehingga menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Hingga saat ini, pihak terkait masih menjadi sorotan publik, sementara diskursus mengenai batas kritik dalam demokrasi terus berkembang di ruang publik.






