Sanghyangseri.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menarik negaranya keluar dari aliansi militer NATO. Wacana ini muncul setelah sekutu-sekutu Barat dinilai tidak memberikan dukungan dalam konflik melawan Iran.
Kekecewaan Trump terhadap Sikap NATO
Trump secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap negara-negara anggota NATO yang tidak ikut membantu operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Ia menilai aliansi tersebut tidak menunjukkan solidaritas yang seharusnya, terutama dalam situasi konflik besar. Bahkan, Trump menyebut NATO tidak memberikan kontribusi signifikan saat dibutuhkan.
Konflik Iran Jadi Pemicu Ketegangan
Ketegangan ini berakar dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran sejak awal 2026. Dalam konflik tersebut, AS bersama sekutu terdekatnya melancarkan serangan militer ke sejumlah target strategis di Iran.
Namun, banyak negara Eropa memilih tidak terlibat langsung. Mereka cenderung mengambil posisi hati-hati dan menyerukan deeskalasi dibanding ikut dalam aksi militer.
NATO Dinilai Tidak Solid
Trump menilai sikap negara-negara NATO menunjukkan bahwa aliansi tersebut tidak lagi solid. Ia bahkan menyebut kerja sama dalam NATO terasa tidak seimbang, di mana Amerika Serikat dianggap terlalu banyak menanggung beban.
Kondisi ini membuat Trump mulai mempertimbangkan kembali keanggotaan AS dalam NATO, yang selama ini menjadi pilar utama pertahanan kolektif Barat.
Wacana Keluar dari NATO Picu Kekhawatiran
Pernyataan Trump tersebut memicu kekhawatiran di kalangan internasional. Jika Amerika Serikat benar-benar keluar dari NATO, hal ini berpotensi mengguncang stabilitas keamanan global.
Selain itu, langkah tersebut juga dapat melemahkan kekuatan NATO sebagai aliansi militer, mengingat peran besar AS di dalamnya.
Hubungan AS dan Sekutu Memanas
Situasi ini menunjukkan adanya keretakan dalam hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya di Eropa. Perbedaan pandangan terkait konflik Iran menjadi salah satu faktor utama yang memperuncing ketegangan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait kemungkinan keluarnya AS dari NATO. Wacana tersebut masih dalam tahap pertimbangan.






