Sanghyangseri.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, untuk membahas hubungan aliansi yang semakin tegang.
Salah satu isu utama dalam pertemuan tersebut adalah kemungkinan Amerika Serikat keluar dari NATO. Wacana ini mencuat setelah Trump merasa kecewa terhadap minimnya dukungan dari negara-negara anggota dalam konflik dengan Iran.
Ketegangan Dipicu Konflik Iran
Ketegangan antara AS dan NATO meningkat setelah sejumlah negara anggota menolak terlibat dalam operasi militer Amerika terhadap Iran. Hal ini memicu kritik keras dari Trump terhadap aliansi tersebut.
Trump bahkan menilai NATO tidak menunjukkan solidaritas ketika Amerika membutuhkan dukungan dalam situasi krisis.
Wacana Keluar dari NATO
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa opsi keluarnya AS dari NATO memang menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Namun, secara hukum langkah ini tidak mudah dilakukan. Undang-undang di AS mengharuskan adanya persetujuan Kongres sebelum keputusan tersebut bisa diambil.
Dampak Global Jika AS Keluar
Jika Amerika Serikat benar-benar keluar dari NATO, dampaknya akan sangat besar terhadap stabilitas keamanan global. NATO selama ini menjadi pilar utama pertahanan kolektif negara-negara Barat.
Analis menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan aliansi dan mengubah keseimbangan geopolitik dunia.






