Sanghyangseri.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Trump menyatakan bahwa pihaknya siap melancarkan serangan terhadap infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika Teheran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz.
Ancaman tersebut disampaikan melalui media sosial, di mana ia memberi tenggat waktu hingga awal pekan depan. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, ia menyebut hari Selasa akan menjadi momen dimulainya serangan besar terhadap fasilitas vital Iran.
Ultimatum Terkait Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang sangat penting bagi distribusi minyak dunia. Saat ini, jalur tersebut terganggu akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya.
Trump menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur tersebut menjadi prioritas utama. Ia bahkan memberi batas waktu sekitar 48 jam bagi Iran untuk mengambil keputusan, baik melalui kesepakatan maupun tindakan langsung di lapangan.
Jika tidak ada perkembangan, AS disebut siap meningkatkan eskalasi dengan menargetkan infrastruktur strategis yang dinilai krusial bagi operasional negara tersebut.
Ancaman Serangan Infrastruktur
Dalam pernyataannya, Trump secara spesifik menyebut target seperti pembangkit listrik dan jembatan sebagai sasaran potensial. Ia juga menggunakan istilah seperti “Power Plant Day” dan “Bridge Day” untuk menggambarkan rencana serangan tersebut.
Ancaman ini menandai peningkatan signifikan dalam konflik, mengingat sebelumnya serangan lebih banyak difokuskan pada fasilitas militer.
Konflik yang Terus Memanas
Ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat sejak pecahnya konflik pada awal 2026. Serangkaian serangan dan aksi balasan telah terjadi, termasuk operasi militer yang menargetkan berbagai aset strategis.
Selain itu, situasi di kawasan juga semakin kompleks dengan adanya gangguan pada distribusi energi global akibat terganggunya aktivitas di Selat Hormuz.
Sejumlah negara dan mediator internasional kini berupaya menurunkan tensi konflik agar tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas.
Belum Ada Respons Resmi Iran
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait ancaman terbaru dari Trump tersebut. Namun sebelumnya, Iran diketahui tetap bersikap tegas dan tidak menunjukkan tanda akan segera memenuhi tuntutan AS.
Perkembangan situasi ini masih dinamis dan berpotensi berubah dalam waktu singkat, terutama menjelang tenggat waktu yang telah ditetapkan.






