Sanghyangseri.co.id – Para ilmuwan memperkirakan fenomena El Niño berpotensi muncul kembali pada tahun 2026 dengan intensitas yang cukup kuat. Jika hal ini terjadi, suhu rata-rata global diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan, bahkan berpeluang mendekati atau melampaui rekor sebelumnya.
Berdasarkan data dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) melalui Climate Prediction Center, peluang kemunculan El Niño pada periode Juni hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 62 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya fenomena tersebut lebih besar dibandingkan tidak terjadi.
El Niño sendiri merupakan fase hangat dari pola iklim global yang dikenal sebagai El Niño-Southern Oscillation (ENSO). Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis bagian tengah dan timur mengalami peningkatan, yang kemudian memengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia.
Saat ini, kondisi iklim global masih berada dalam fase La Niña, yaitu fase dingin dari ENSO. Namun, para ahli memprediksi kondisi tersebut akan segera berakhir seiring meningkatnya suhu laut dalam beberapa waktu ke depan.
Jika El Niño benar-benar terbentuk, terdapat kemungkinan fenomena ini berkembang menjadi “super El Niño”. Kondisi tersebut ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut hingga sekitar 2 derajat Celsius di atas rata-rata normal.
Para ahli menyebutkan bahwa intensitas El Niño tahun ini masih belum dapat dipastikan, tetapi terdapat potensi menjadi moderat hingga kuat pada akhir tahun. Bahkan, peluang terbentuknya super El Niño diperkirakan sekitar 15 persen pada akhir musim badai.
Secara historis, fenomena El Niño memiliki dampak besar terhadap iklim global. Peristiwa sebelumnya pada 2023–2024 diketahui turut berkontribusi terhadap peningkatan suhu Bumi hingga mencatatkan rekor sebagai tahun terpanas.
Meski demikian, dampak pemanasan akibat El Niño biasanya tidak terjadi secara langsung. Para ilmuwan menjelaskan bahwa efeknya dapat mencapai puncak pada tahun berikutnya. Oleh karena itu, jika El Niño terjadi pada 2026, peningkatan suhu yang lebih ekstrem berpotensi dirasakan pada 2027.
Di sisi lain, para ahli juga mengingatkan bahwa perubahan iklim global tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi kenaikan suhu Bumi. Dengan demikian, keberadaan El Niño hanya akan memperkuat tren pemanasan yang sudah berlangsung.






