Sanghyangseri.co.id – Sebuah rumah ibadah Yahudi dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran. Insiden tersebut terjadi di ibu kota Teheran pada Selasa (7/4/2026).
Menurut laporan media Iran yang mengutip kantor berita resmi, sinagoge bernama Rafi-Nia disebut hancur setelah terkena serangan pada pagi hari. Bangunan tersebut diketahui menjadi salah satu pusat ibadah penting bagi komunitas Yahudi yang tinggal di kawasan timur laut Teheran.
Peristiwa ini menambah daftar kerusakan infrastruktur sipil dan keagamaan di tengah konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Serangan udara yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan berdampak luas pada berbagai fasilitas di wilayah tersebut.
Di Iran sendiri, agama Yahudi termasuk salah satu kepercayaan yang diakui secara resmi oleh negara. Meski jumlah pemeluknya relatif kecil, komunitas Yahudi masih memiliki keberadaan historis yang panjang di negara tersebut.
Sebagian besar warga Yahudi diketahui meninggalkan Iran setelah terjadinya Revolusi Islam 1979. Namun hingga kini, masih ada ribuan penganut yang menetap dan menjalankan aktivitas keagamaan mereka di beberapa kota, termasuk Teheran.
Selain Yahudi, konstitusi Iran juga mengakui beberapa agama lain seperti Islam Sunni, Kristen, dan Zoroastrianisme. Masing-masing kelompok agama tersebut bahkan memiliki perwakilan resmi di parlemen sebagai bentuk pengakuan negara.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban atau kerusakan rinci akibat serangan yang menghancurkan sinagoge tersebut. Namun, insiden ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan situs keagamaan dan minoritas di tengah konflik yang terus memanas.






