Sanghyangseri.co.id – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), turut hadir dalam prosesi persemayaman tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4).
Dalam upacara tersebut, SBY terlihat berdiri berdampingan dengan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para prajurit yang gugur dalam tugas negara. Kehadirannya menarik perhatian karena ia mengenakan baret biru, yang identik dengan pasukan penjaga perdamaian.
Baret biru sendiri merupakan simbol yang biasa digunakan oleh personel TNI yang tergabung dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia. Atribut tersebut mencerminkan peran penting Indonesia dalam berbagai operasi internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Penggunaan baret tersebut juga memiliki makna khusus bagi SBY. Semasa aktif sebagai prajurit TNI, ia pernah terlibat langsung dalam misi perdamaian internasional. Pada periode 1990-an, SBY diketahui memimpin Kontingen Garuda dalam penugasan di Bosnia-Herzegovina, dengan tugas utama mengawasi pelaksanaan gencatan senjata.
Upacara persemayaman ini menjadi momen penghormatan bagi tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari Satgas UNIFIL. Kehadiran sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional menunjukkan penghargaan atas jasa dan pengabdian para prajurit dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak juga memberikan apresiasi terhadap kehadiran SBY dalam acara tersebut. Ia menilai bahwa SBY memiliki rekam jejak panjang dalam misi perdamaian internasional dan berkontribusi dalam pengembangan konsep peacekeeping di Indonesia.
Prosesi ini sekaligus menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi prajurit Indonesia saat menjalankan tugas di luar negeri, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian global.






