Sanghyangseri.co.id – Arus mudik Lebaran tahun 2026 mencapai titik tertinggi pada 18 Maret. Pada hari tersebut, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta mencatat angka tertinggi sepanjang sejarah, menembus lebih dari 270 ribu unit dalam satu hari.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa lonjakan volume kendaraan ini menjadi rekor baru dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan yang signifikan, pihak kepolisian menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penutupan sementara jalan layang MBZ serta penerapan sistem contraflow di sejumlah titik, mulai dari KM 36 hingga KM 70 dengan penyesuaian jumlah lajur.
Meski volume kendaraan sangat tinggi, rekayasa lalu lintas tersebut dinilai efektif dalam menjaga kelancaran perjalanan, terutama setelah melewati KM 70 hingga ke arah jalur Trans Jawa yang terpantau relatif lancar.
Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat hingga 20 Maret pagi, sekitar 1,6 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta. Jumlah ini setara dengan hampir setengah dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Distribusi kendaraan masih didominasi oleh pemudik yang menuju arah Trans Jawa, dengan persentase lebih dari separuh total arus kendaraan.
Setelah puncak arus mudik terlewati, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta mulai mengalami penurunan. Pada 19 Maret, tercatat sekitar 208 ribu kendaraan meninggalkan ibu kota.
Di sisi lain, pihak terkait memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik guna menghindari kepadatan di jalur utama.






