Sanghyangseri.co.id – Nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Danke Rajagukguk, tengah menjadi sorotan publik setelah diamankan oleh Kejaksaan Agung untuk menjalani proses klarifikasi.
Langkah ini dilakukan terkait penanganan kasus dugaan korupsi proyek video profil desa yang melibatkan Amsal Sitepu. Selain Danke, sejumlah pihak lain dari internal kejaksaan juga turut dimintai keterangan guna memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.
Hingga saat ini, proses klarifikasi masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi dari Kejaksaan Agung. Pihak berwenang menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Profil Danke Rajagukguk
Danke Rajagukguk merupakan jaksa yang memulai kariernya sejak lulus CPNS pada 2007. Ia kemudian mengikuti pendidikan jaksa pada 2009 dan terus meniti karier di berbagai daerah, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Ia pernah bertugas di sejumlah kejaksaan negeri, seperti Simalungun dan Pematangsiantar. Selain itu, Danke juga memiliki pengalaman di Kejari Subang serta di lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus).
Kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjabat sebagai Koordinator di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. Pada tahun 2025, ia resmi ditunjuk sebagai Kajari Karo dan dilantik pada November 2025.
Harta Kekayaan Jadi Sorotan
Selain kasus yang sedang ditangani, laporan harta kekayaan Danke juga menarik perhatian publik. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, total aset yang dimilikinya mencapai sekitar Rp678 juta.
Namun, angka tersebut masih kalah dengan jumlah utang yang dimiliki, sehingga total kekayaannya tercatat minus sekitar Rp140 juta.
Rincian asetnya meliputi tanah di Kabupaten Simalungun serta dua kendaraan pribadi, yaitu Suzuki Grand Vitara dan Mazda 2. Sementara itu, nilai utang yang cukup besar menjadi faktor utama penyebab total kekayaannya negatif.
Masih Tunggu Hasil Klarifikasi
Kasus yang menyeret nama Danke Rajagukguk saat ini masih dalam tahap pendalaman oleh Kejaksaan Agung. Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah penanganan perkara yang dilakukan sudah sesuai aturan atau tidak.
Belum ada pernyataan resmi dari Danke terkait pemeriksaan tersebut. Publik pun kini menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses yang sedang berjalan.






