Sanghyangseri.co.id – Sebuah insiden tragis terjadi di Desa Umaloya, Sanana, Maluku Utara, setelah seorang warga meninggal dunia diduga akibat pemukulan oleh oknum prajurit TNI.
Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 733/Masariku, Letkol Inf M. Aminulah, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang melibatkan anggotanya tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Sukra Umagafur.
Peristiwa ini bermula dari perselisihan antar-pemuda yang terjadi pada Minggu dini hari (22/3). Situasi kemudian memanas ketika keluarga korban mendatangi rumah prajurit berinisial Pratu SB.
Ketegangan berlanjut saat adik dari Pratu SB diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang dipengaruhi minuman keras. Melihat kejadian tersebut, Pratu SB berusaha melerai, namun justru ikut terkena pukulan di bagian kepala dan leher.
Dalam kondisi tersebut, Pratu SB membalas dengan memukul korban hingga terjatuh. Kepala korban terbentur aspal, menyebabkan luka serius. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Pihak TNI memastikan kasus ini akan diproses secara hukum. Pratu SB telah diamankan dan diserahkan ke Denpom XV/1 Ternate untuk menjalani proses peradilan militer.
Selain itu, Danyon juga menyoroti aksi massa yang sempat melakukan perusakan terhadap rumah prajurit tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak anarkis dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang.
TNI menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara transparan dan objektif, serta memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang ditutup-tutupi.






