Sanghyangseri.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk mengalihkan seluruh kendaraan di Indonesia ke tenaga listrik. Kebijakan ini mencakup berbagai jenis transportasi, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan berat seperti truk dan traktor.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) sekaligus meningkatkan efisiensi energi nasional. Dengan penggunaan listrik, biaya operasional kendaraan dinilai bisa ditekan secara signifikan.
Prabowo menyebutkan bahwa berdasarkan simulasi yang dilakukan, pengguna kendaraan—terutama sepeda motor—dapat menghemat pengeluaran hingga sekitar 80 persen jika beralih ke listrik. Hal ini menjadikan kebijakan tersebut sebagai perubahan besar dalam sistem transportasi nasional.
Meski demikian, ia tetap membuka kemungkinan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak bagi kalangan tertentu. Ia menegaskan bahwa masyarakat berpenghasilan tinggi masih diperbolehkan menggunakan BBM, namun harus membayar sesuai harga pasar internasional.
Selain mendorong elektrifikasi kendaraan, pemerintah juga menargetkan pengembangan energi terbarukan, khususnya tenaga surya, guna mendukung kebutuhan listrik nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi dampak fluktuasi harga minyak global.
Prabowo juga menyoroti pentingnya mengurangi penggunaan energi berbasis diesel yang dinilai mahal dan tidak efisien. Ia menekankan bahwa transformasi menuju energi bersih perlu dilakukan secara cepat agar Indonesia lebih siap menghadapi tantangan energi di masa depan.






