Sanghyangseri.co.id – Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mendapat penolakan dari sejumlah jemaah saat menghadiri salat Idul Fitri di sebuah masjid di Sydney, Jumat (20/3). Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap sikap pemerintah Australia terkait konflik di Gaza.
Dalam suasana ibadah yang awalnya berlangsung khidmat, sekelompok orang mulai menyuarakan protes sekitar 15 menit setelah Albanese hadir bersama Menteri Dalam Negeri Tony Burke. Mereka meneriakkan seruan penolakan dan melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah.
Panitia acara sempat mengimbau para jemaah untuk tetap tenang dan menjaga suasana damai mengingat momen tersebut merupakan hari raya. Namun, situasi sempat memanas hingga aparat keamanan harus turun tangan mengamankan salah satu pengunjuk rasa.
Ketika Albanese meninggalkan lokasi, sebagian massa kembali melontarkan teriakan sebagai bentuk kekecewaan. Meski demikian, ia menilai keseluruhan acara tetap berjalan dengan baik karena jumlah pengunjuk rasa relatif kecil dibandingkan total jemaah yang hadir.
Gelombang kritik terhadap pemerintah Australia sendiri telah muncul sejak konflik di Gaza memanas. Sejumlah pihak menilai kebijakan pemerintah tidak konsisten, karena di satu sisi menyerukan gencatan senjata, namun di sisi lain tetap mendukung hak Israel untuk melakukan pembelaan diri.
Aksi protes ini menjadi bagian dari rangkaian ketegangan yang lebih luas di Australia terkait isu Palestina. Sebelumnya, demonstrasi serupa juga terjadi dalam berbagai kesempatan, termasuk saat kunjungan pejabat Israel ke negara tersebut.






