Sanghyangseri.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh billboard promosi film Aku Harus Mati yang sempat menuai kontroversi telah diturunkan dari berbagai titik di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa langkah pencopotan dilakukan dengan cepat setelah adanya laporan dari jajaran pemerintah daerah terkait dampak negatif yang ditimbulkan oleh iklan tersebut.
Menurutnya, materi promosi tersebut dianggap sensitif karena berpotensi memengaruhi kondisi psikologis masyarakat, terutama bagi individu yang rentan serta anak-anak yang melihatnya di ruang publik.
Pemprov DKI kemudian berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk dinas terkait, Satpol PP, serta penyelenggara reklame, untuk segera menurunkan seluruh materi iklan yang bermasalah.
Pramono menegaskan bahwa ruang publik harus tetap aman dan tidak memuat konten yang bisa menimbulkan keresahan. Ia juga mengkritik penggunaan narasi sensitif dalam strategi promosi yang dinilai hanya bertujuan menarik perhatian tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Billboard tersebut sebelumnya terpasang di beberapa lokasi strategis di Jakarta, seperti kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Setelah menuai kritik dari masyarakat, seluruh materi promosi akhirnya dicopot oleh pihak terkait.
Selain itu, pihak pemerintah juga mengingatkan para pelaku industri kreatif dan periklanan agar lebih berhati-hati dalam menyusun materi promosi, terutama yang ditampilkan di ruang publik.
Pramono menekankan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang kembali, dan semua pihak diharapkan mematuhi aturan serta mempertimbangkan dampak sosial dari setiap konten yang dipublikasikan.
Kasus ini pun menjadi perhatian luas, sekaligus memicu diskusi publik mengenai batasan konten promosi yang layak ditampilkan di ruang terbuka.






