Sanghyangseri.co.id – Popularitas konsep metaverse yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan internet kini mulai meredup. Salah satu tanda terkuatnya adalah keputusan Meta Platforms untuk menghentikan pengembangan platform virtual reality (VR) andalannya, Horizon Worlds, pada perangkat headset.
Platform Horizon Worlds awalnya diperkenalkan sebagai ruang virtual tempat pengguna dapat berinteraksi, bermain, hingga menciptakan dunia digital sendiri. Namun dalam perjalanannya, minat pengguna terhadap pengalaman berbasis VR ini tidak berkembang sesuai harapan perusahaan.
Sebagai bagian dari perubahan strategi, Meta memutuskan untuk menghentikan layanan Horizon Worlds di perangkat VR mulai pertengahan 2026. Aplikasi tersebut akan dihapus dari ekosistem headset, sementara pengembangannya dialihkan ke versi mobile yang dianggap lebih menjangkau banyak pengguna.
Langkah ini mencerminkan pergeseran fokus perusahaan dari ambisi besar di dunia metaverse menuju teknologi lain yang dinilai lebih potensial, seperti kecerdasan buatan (AI). Selain itu, divisi Reality Labs yang menangani proyek VR juga dilaporkan mengalami kerugian besar dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, rendahnya jumlah pengguna aktif menjadi salah satu faktor utama melemahnya platform ini. Horizon Worlds tidak mampu mencapai target ambisius yang sebelumnya dicanangkan, sehingga sulit bersaing dengan platform digital lain yang lebih populer dan mudah diakses.
Meski demikian, Meta menegaskan bahwa mereka belum sepenuhnya meninggalkan teknologi VR. Perusahaan masih melihat potensi jangka panjang pada teknologi tersebut, meskipun pendekatan yang digunakan ke depan kemungkinan akan berbeda dan lebih terfokus.
Secara keseluruhan, langkah ini menjadi sinyal bahwa industri metaverse sedang mengalami evaluasi besar. Antusiasme awal yang tinggi kini dihadapkan pada realitas pasar, di mana adopsi pengguna dan nilai praktis menjadi faktor penentu keberhasilan teknologi baru.






