Sanghyangseri.co.id – Laporan dari media Israel menyebut bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan berada dalam kondisi tidak sadarkan diri dan tengah menjalani perawatan intensif di kota suci Qom pada Selasa (7/4/2026).
Informasi tersebut berasal dari laporan intelijen gabungan Amerika Serikat dan Israel yang beredar di kalangan sekutu negara-negara Teluk. Dalam laporan itu disebutkan bahwa kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei memburuk hingga tidak mampu menjalankan tugas pemerintahan maupun mengambil keputusan strategis.
Media Israel, seperti The Times of Israel, mengutip isi memo diplomatik yang menyebut bahwa Khamenei berada dalam kondisi kritis setelah sebelumnya mengalami luka akibat serangan udara yang juga menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, pada akhir Februari lalu.
Sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei diketahui belum pernah tampil secara langsung di hadapan publik. Pesan-pesan yang dikaitkan dengannya hanya disampaikan melalui media pemerintah tanpa bukti rekaman video atau audio yang terverifikasi.
Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai kemampuan Khamenei dalam menjalankan pemerintahan. Bahkan, muncul dugaan bahwa ia tidak lagi memiliki kendali penuh atas pengambilan keputusan di Iran.
Sejumlah analis menilai situasi ini berpotensi menciptakan ketidakpastian politik di Iran, terutama di tengah konflik yang masih berlangsung. Ada kemungkinan kekuasaan praktis bergeser ke kelompok elite militer seperti Garda Revolusi Iran (IRGC).
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei. Laporan yang beredar juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Situasi ini pun menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas kepemimpinan Iran dan arah kebijakan negara tersebut ke depan, khususnya dalam menghadapi dinamika geopolitik kawasan.






