Sanghyangseri.co.id – Peristiwa mengerikan terjadi di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, ketika seorang pria lanjut usia menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Insiden tersebut terjadi saat korban hendak menunaikan salat Subuh.
Korban diketahui bernama Tri Wibowo, yang diserang di lingkungan Perumahan Bumisani Permai, Desa Setiamekar, pada Senin dini hari. Kejadian ini langsung menggegerkan warga sekitar karena terjadi di waktu yang relatif sepi.
Diserang Dua Orang Berboncengan Motor
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, pelaku diduga berjumlah dua orang. Mereka datang menggunakan sepeda motor dengan mengenakan helm tertutup untuk menyamarkan identitas.
Pelaku disebut telah mengikuti korban sebelum akhirnya menyiramkan cairan berbahaya tersebut ke tubuh korban, lalu melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dalam rekaman, korban terlihat kesakitan dan berjalan sempoyongan setelah disiram cairan tersebut.
Korban Alami Luka Bakar Hingga 70 Persen
Akibat serangan itu, korban mengalami luka serius. Warga menyebut luka bakar yang diderita mencapai sekitar 70 persen di bagian tubuhnya.
Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena kondisi luka yang cukup parah akibat cairan kimia tersebut.
Bahkan, warga sekitar mengaku masih mencium bau menyengat di lokasi kejadian sesaat setelah insiden berlangsung.
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Olah TKP
Pihak kepolisian telah turun tangan untuk menangani kasus ini. Aparat dari Polsek Tambun Selatan bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.
Polisi juga tengah memburu pelaku dan berharap kasus ini segera terungkap dalam waktu dekat.
Diduga Bukan Kejadian Pertama
Warga setempat mengungkapkan bahwa aksi teror menggunakan air keras di lingkungan tersebut bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, beberapa kendaraan milik warga juga sempat menjadi sasaran penyiraman cairan serupa. Namun, kali ini serangan meningkat hingga menyasar manusia, sehingga menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
Korban Dikenal Sosok Pendiam dan Baik
Menurut keterangan warga, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan jarang berinteraksi luas. Ia juga tidak memiliki konflik dengan lingkungan sekitar.
Korban diketahui sudah pensiun dan memiliki riwayat penyakit, sehingga aktivitas sehari-harinya lebih banyak di rumah dan beribadah.
Hal ini membuat warga semakin heran mengapa korban bisa menjadi target aksi kejahatan tersebut.
Penutup
Kasus penyiraman air keras terhadap lansia di Tambun Selatan ini menambah daftar tindak kriminal yang meresahkan masyarakat. Aparat diharapkan dapat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik serangan brutal tersebut.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di waktu dini hari.






