Sanghyangseri.co.id – Kondisi aktivis KontraS, Andrie Yunus, dilaporkan mulai menunjukkan perbaikan setelah menjadi korban penyiraman air keras. Meski demikian, ia masih mengalami cedera serius, terutama pada bagian mata kanan yang mengalami kerusakan kornea akibat paparan zat kimia.
Perwakilan KontraS menyampaikan bahwa Andrie mengalami luka bakar yang awalnya diperkirakan sekitar 24 persen, kemudian dikoreksi menjadi sekitar 20 persen dari total permukaan tubuh. Selain luka bakar, cedera pada mata menjadi perhatian utama karena tergolong berat dan berdampak pada penurunan fungsi penglihatan.
Dari hasil pemeriksaan medis, mata kanan Andrie mengalami trauma kimia dengan tingkat keparahan tinggi. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada kornea serta gangguan penglihatan yang signifikan.
Meski begitu, perkembangan terbaru menunjukkan adanya perbaikan setelah korban mendapatkan penanganan intensif dari tim medis. Sejumlah tindakan telah dilakukan, termasuk pembersihan jaringan yang rusak dan prosedur transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata serta membantu proses pemulihan.
Tim dokter juga terus memantau kondisi Andrie secara menyeluruh. Perawatan dilakukan secara intensif guna mencegah komplikasi lanjutan serta memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.
Untuk mendukung pemulihan, pihak keluarga dan pendamping hukum sementara waktu membatasi kunjungan terhadap Andrie. Langkah ini diambil agar korban dapat fokus menjalani perawatan tanpa gangguan eksternal.
Secara umum, kondisi Andrie kini dinilai stabil dan menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, cedera pada mata masih memerlukan penanganan lanjutan serta pemantauan jangka panjang untuk mengetahui sejauh mana fungsi penglihatan dapat kembali pulih.






