Kejari Karo Akui Kesalahan dan Minta Maaf ke DPR Terkait Kasus Amsal Sitepu

Admin 002

Kejari Karo Akui Kesalahan dan Minta Maaf ke DPR Terkait Kasus Amsal Sitepu
Kejari Karo Akui Kesalahan dan Minta Maaf ke DPR Terkait Kasus Amsal Sitepu

Sanghyangseri.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Komisi III DPR RI serta videografer Amsal Christy Sitepu terkait polemik dakwaan dugaan mark up anggaran.

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejari Karo dalam rapat bersama Komisi III DPR yang membahas kasus tersebut. Dalam pernyataannya, pihak kejaksaan mengakui adanya kekeliruan dalam proses penanganan perkara.

Ia menyebut bahwa kesalahan tersebut terjadi karena kekhilafan dan berjanji akan melakukan perbaikan ke depan. Selain itu, Kejari Karo juga mengapresiasi berbagai kritik dan masukan dari anggota dewan sebagai bahan evaluasi.

Awal Mula Kasus Amsal Sitepu

Kasus ini bermula ketika Amsal menawarkan jasa pembuatan video profil desa kepada sejumlah kepala desa di Kabupaten Karo pada tahun 2020. Dari puluhan desa yang ditawarkan, hanya sebagian yang menerima dengan nilai proyek sekitar Rp30 juta per desa.

Namun, dalam proses hukum yang berjalan, Amsal sempat ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penggelembungan anggaran. Ia bahkan dituduh menyebabkan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah.

Jaksa menilai sejumlah komponen pekerjaan seperti konsep, editing, hingga produksi seharusnya tidak memiliki nilai biaya. Tuduhan inilah yang kemudian menjadi dasar dakwaan terhadap Amsal.

Divonis Bebas oleh Pengadilan

Perjalanan kasus ini berujung pada putusan pengadilan yang menyatakan Amsal tidak bersalah. Hakim menilai dakwaan yang disusun tidak cukup kuat untuk membuktikan adanya tindak pidana korupsi.

Putusan bebas tersebut menjadi sorotan publik dan memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk DPR, terhadap kinerja Kejari Karo dalam menyusun dakwaan.

DPR Minta Evaluasi Serius

Dalam rapat bersama DPR, sejumlah anggota Komisi III menilai terdapat kesalahan serius dalam proses hukum yang dilakukan. Mereka menekankan pentingnya profesionalitas aparat penegak hukum agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini menjadi perhatian karena dinilai dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum, khususnya dalam penanganan perkara yang melibatkan pelaku industri kreatif.

Popular Post

Harga Beras Terbaru Hari Ini: Cek Daftar Harga Seluruh Indonesia

Gaya Hidup

Harga Beras Terbaru Hari Ini: Cek Daftar Harga Seluruh Indonesia

Harga Beras 1 Kg Hari Ini: Update Terbaru 10 Juni 2025 Harga beras, sebagai kebutuhan pokok sehari-hari, selalu menjadi perhatian ...

Lowongan Driver Indomaret Kendari

Loker

Lowongan Driver Indomaret Kendari Tahun 2025 (Lamar Sekarang)

Mencari pekerjaan sebagai driver di Kendari? Info lowongan kerja ini sangat cocok untuk Anda! Kesempatan emas untuk bergabung dengan perusahaan ...

Lowongan Driver Indomaret Ciamis

Loker

Lowongan Driver Indomaret Ciamis Tahun 2025 (Resmi)

Mencari pekerjaan sebagai driver di Ciamis? Info lowongan kerja ini mungkin sangat cocok untuk Anda! Bayangkan, mendapatkan penghasilan tetap sambil ...

Waspada! Hoaks Dana Rp150 Juta Brunei, Modus Penipuan Baru

Berita

Waspada! Hoaks Dana Rp150 Juta Brunei, Modus Penipuan Baru

Beredar kabar di media sosial tentang bantuan dana senilai Rp 150 juta dari Kerajaan Brunei Darussalam. Klaim ini tersebar luas ...

Dedi Mulyadi Sakit: Klarifikasi Video Rumah Sakit 2022, Bukan 2025

Berita

Dedi Mulyadi Sakit: Klarifikasi Video Rumah Sakit 2022, Bukan 2025

Beredar video di media sosial yang mengklaim Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dirawat di rumah sakit pada awal Juni 2025. ...

Arya Mohan & Nicole Rossi: Misteri Sinetron Asmara Gen Z Terungkap

Gaya Hidup

Arya Mohan & Nicole Rossi: Misteri Sinetron Asmara Gen Z Terungkap

Sinetron Asmara Gen Z yang tayang di SCTV semakin menarik perhatian penonton dengan alur cerita yang kompleks dan penuh misteri. ...