Sanghyangseri.co.id – Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dilaporkan mengalami aksi pembobolan oleh maling yang terjadi saat momen libur. Peristiwa ini baru diketahui ketika aparatur sipil negara (ASN) kembali masuk kerja dan menemukan kondisi kantor sudah berantakan.
Sejumlah ruangan dilaporkan dalam keadaan terbuka paksa dengan isi laci dan dokumen yang berserakan, menandakan adanya aksi pencarian oleh pelaku.
Terungkap Saat ASN Masuk Kerja
Kasus ini pertama kali terungkap pada Senin pagi ketika pegawai mulai beraktivitas kembali di kantor. Mereka mendapati pintu beberapa ruangan sudah rusak akibat dibobol.
Salah satu ruangan yang terdampak adalah bagian humas, di mana kondisi di dalamnya terlihat tidak rapi karena diduga telah diacak-acak oleh pelaku.
Diduga Terjadi Saat Libur Lebaran
Pihak pemerintah daerah menduga aksi pencurian ini terjadi saat masa libur panjang, ketika kantor dalam keadaan sepi dan minim pengawasan.
Pelaku diduga memanfaatkan situasi tersebut untuk masuk ke dalam kantor dan membuka paksa sejumlah laci serta pintu ruangan guna mencari barang berharga.
Tidak Ada Barang Berharga yang Hilang
Meski kondisi ruangan berantakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada barang berharga yang dilaporkan hilang.
Diduga, pelaku hanya mencari uang tunai di dalam ruangan, namun tidak menemukan hasil sehingga tidak membawa barang lain.
Sudah Dua Kali Terjadi dalam Sebulan
Menariknya, kasus pembobolan ini bukan yang pertama. Dalam satu bulan terakhir, kejadian serupa sudah terjadi dua kali di lokasi yang sama.
Insiden sebelumnya terjadi saat kebijakan kerja fleksibel (Work From Anywhere/WFA) diterapkan. Pada saat itu, pelaku sempat diamankan, namun kasus diselesaikan secara kekeluargaan setelah ada jaminan dari pihak keluarga pelaku.
Pelaku Diduga Orang Luar
Dari hasil informasi awal, pelaku diketahui bukan bagian dari pegawai pemerintah daerah. Ia merupakan orang luar yang berhasil masuk ke area kantor gubernur.
Pihak berwenang menduga kejadian terbaru ini masih berkaitan dengan insiden sebelumnya, sehingga penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.
Penutup
Aksi pembobolan di Kantor Gubernur Sulsel ini menjadi sorotan karena terjadi di fasilitas pemerintahan dengan tingkat keamanan yang seharusnya ketat. Kejadian berulang ini juga menimbulkan pertanyaan terkait sistem pengamanan yang perlu dievaluasi agar tidak terulang di masa depan.






