Sanghyangseri.co.id – Israel mengklaim telah menewaskan komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, dalam sebuah serangan udara yang dilakukan pada Kamis (26/3).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Ia menyebut operasi militer itu dilakukan secara presisi dan menargetkan jajaran pimpinan penting militer Iran.
Menurut Israel, Tangsiri merupakan sosok kunci di balik kebijakan penutupan Selat Hormuz—jalur pelayaran vital dunia yang menjadi jalur utama distribusi minyak global. Ia juga dituding bertanggung jawab atas pemasangan ranjau serta pemblokiran akses kapal di kawasan tersebut.
Dalam serangan tersebut, Israel juga mengklaim sejumlah perwira senior angkatan laut Iran turut tewas. Aksi ini disebut sebagai bagian dari upaya melemahkan kekuatan militer Iran di sektor maritim.
Klaim ini turut diperkuat oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) yang menyebut Tangsiri tewas akibat serangan udara. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait kabar tersebut.
Kematian Tangsiri menjadi sorotan karena perannya yang sangat strategis dalam konflik di kawasan Teluk. Penutupan Selat Hormuz sendiri berdampak besar terhadap ekonomi global, mengingat jalur tersebut dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Insiden ini semakin mempertegas eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan sekutunya, yang kini turut memengaruhi stabilitas kawasan serta harga energi dunia.






