Sanghyangseri.co.id – Iran kembali melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Serangan ini terjadi saat muncul klaim dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai adanya upaya negosiasi dengan pihak Iran.
Sejumlah rudal dilaporkan menghantam beberapa wilayah di Israel, termasuk daerah perkotaan. Serangan tersebut menyebabkan korban luka serta kerusakan pada infrastruktur dan bangunan sipil. Sebagian rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, namun tidak semuanya dapat dihalau.
Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan komunikasi dan pembicaraan dengan Iran untuk meredakan konflik yang sedang berlangsung. Ia bahkan menyebut adanya perkembangan positif dalam proses tersebut.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran. Pemerintah Iran menegaskan bahwa tidak ada negosiasi langsung dengan Amerika Serikat, serta menganggap pernyataan tersebut sebagai bagian dari strategi politik.
Serangan rudal ini justru memperlihatkan bahwa ketegangan antara kedua pihak masih tinggi. Situasi di lapangan menunjukkan konflik belum mereda, bahkan cenderung meningkat dengan aksi balasan yang terus terjadi antara Iran dan Israel.
Sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026, kedua negara saling melancarkan serangan militer, termasuk serangan udara dan rudal. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan serta memperkecil peluang tercapainya solusi damai dalam waktu dekat.






