Sanghyangseri.co.id – Iran memutuskan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz secara terbatas untuk sejumlah negara di tengah situasi global yang sedang memanas dan berdampak pada distribusi energi dunia. Kebijakan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa akses diberikan kepada negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Teheran.
Beberapa negara yang memperoleh izin melintas di antaranya adalah China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan. Negara-negara tersebut dinilai sebagai mitra strategis sehingga kapal-kapal mereka diperbolehkan melewati jalur penting tersebut dengan relatif lancar.
Sebaliknya, Iran tetap menutup akses bagi negara yang dianggap sebagai lawan, seperti Amerika Serikat, Israel, serta sekutunya. Kebijakan selektif ini menunjukkan adanya pertimbangan politik dan keamanan dalam pengelolaan jalur perdagangan vital tersebut.
China dan Rusia disebut mendapat prioritas utama, dengan kapal mereka dapat melintas hampir tanpa hambatan. Sementara itu, India berhasil memperoleh akses setelah melakukan pendekatan diplomatik intensif, bahkan sejumlah kapal tankernya telah dikawal melewati selat tersebut.
Irak tetap diizinkan karena hubungan geografis dan kebutuhan energi yang saling berkaitan dengan Iran. Pakistan juga memperoleh akses berkat hubungan diplomatik yang stabil serta ketergantungannya terhadap pasokan energi dari kawasan Teluk.
Selain itu, beberapa negara lain seperti Malaysia dan Thailand juga mendapatkan izin setelah melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pemerintah Iran. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran distribusi energi masing-masing negara.
Turki memperoleh akses terbatas, di mana hanya sebagian kapal yang diizinkan melintas setelah melalui koordinasi tertentu dengan otoritas Iran.
Untuk Indonesia, dua kapal tanker milik Pertamina yang sebelumnya sempat tertahan kini telah mendapat sinyal positif untuk melanjutkan perjalanan melalui Selat Hormuz. Pemerintah Indonesia juga telah menerima komunikasi resmi dari pihak Iran terkait jaminan keamanan pelayaran tersebut.
Kebijakan Iran ini menunjukkan bahwa jalur Selat Hormuz tetap dibuka secara selektif bagi negara yang dianggap memiliki hubungan baik atau kepentingan strategis, di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.






