Sanghyangseri.co.id – Sebuah penelitian terbaru mengungkap temuan mengejutkan terkait kondisi hiu di perairan Bahama. Sejumlah hiu diketahui mengandung zat kimia dari berbagai jenis obat, termasuk narkoba seperti kokain.
Penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisis sampel darah dari puluhan hiu di sekitar Pulau Eleuthera. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian dari hiu tersebut mengandung zat seperti kafein, obat pereda nyeri, hingga kokain dalam jumlah kecil.

Para peneliti menjelaskan bahwa zat-zat tersebut tidak berasal dari perilaku alami hiu, melainkan akibat pencemaran lingkungan laut oleh aktivitas manusia. Limbah domestik seperti air kotor, sisa obat-obatan, hingga urin wisatawan diduga menjadi sumber utama kontaminasi.
Selain itu, ada kemungkinan hiu terpapar zat berbahaya karena kebiasaannya menggigit atau meneliti benda asing di laut. Dalam beberapa kasus, hiu bisa saja tanpa sengaja bersentuhan dengan paket narkoba yang tercecer di perairan.
Temuan ini juga menunjukkan adanya perubahan pada kondisi biologis hiu yang terpapar zat tersebut, seperti gangguan metabolisme dan respons stres. Meski dampak jangka panjangnya belum sepenuhnya dipahami, para ilmuwan menilai hal ini bisa memengaruhi perilaku dan kesehatan hiu.
Fenomena ini menjadi peringatan bahwa pencemaran laut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada satwa liar, bahkan di wilayah yang selama ini dianggap masih alami. Para peneliti pun menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang lebih baik untuk melindungi ekosistem laut.






