Sanghyangseri.co.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan komitmennya untuk mengejar para pemimpin militer Iran setelah serangan rudal menghantam wilayah negaranya.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat meninjau langsung lokasi yang terdampak serangan di wilayah selatan Israel. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya akan merespons secara militer, tetapi juga memburu tokoh-tokoh penting dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Menurut Netanyahu, target yang akan diburu mencakup pimpinan organisasi tersebut, fasilitas strategis, hingga aset ekonomi yang terkait. Ia juga menekankan bahwa upaya ini akan dilakukan secara langsung dan menyeluruh.
Serangan dari Iran sendiri dilaporkan menyebabkan kerusakan di sejumlah kota, termasuk kawasan yang memiliki nilai strategis tinggi. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Dimona, yang selama ini dikenal sebagai lokasi penting terkait program nuklir Israel.
Selain itu, wilayah Arad juga menjadi sasaran serangan, yang mengakibatkan kerusakan cukup signifikan dan memicu kekhawatiran di kalangan warga. Pemerintah Israel pun mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan keamanan dan segera mencari perlindungan saat sirene peringatan berbunyi.
Ketegangan antara Israel dan Iran memang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Sejak akhir Februari 2026, konflik terbuka antara kedua negara semakin intens, ditandai dengan serangan militer dan balasan rudal dari masing-masing pihak.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, mengingat kedua negara terus saling melancarkan serangan dan ancaman terhadap target strategis masing-masing.






