Airlangga: Harga Tiket Pesawat Domestik Berpotensi Naik 9–13 Persen, Ini Penyebabnya

Admin 002

Airlangga: Harga Tiket Pesawat Domestik Berpotensi Naik 9–13 Persen, Ini Penyebabnya
Airlangga: Harga Tiket Pesawat Domestik Berpotensi Naik 9–13 Persen, Ini Penyebabnya

Sanghyangseri.co.id – Pemerintah membuka kemungkinan kenaikan harga tiket pesawat domestik di kisaran 9 hingga 13 persen. Kebijakan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebagai respons terhadap lonjakan biaya operasional maskapai.

Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya harga bahan bakar pesawat (avtur) di pasar global. Saat ini, harga avtur mengalami tren kenaikan di berbagai negara, termasuk Indonesia, sehingga berdampak signifikan terhadap biaya operasional maskapai penerbangan.

Airlangga menjelaskan bahwa komponen bahan bakar menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional maskapai. Oleh karena itu, penyesuaian harga tiket menjadi langkah yang tidak terhindarkan agar industri penerbangan tetap berjalan.

Sebagai langkah penyesuaian, pemerintah menaikkan komponen fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar hingga 38 persen. Kebijakan ini berlaku untuk pesawat jet maupun baling-baling (propeller), sebagai bentuk adaptasi terhadap kenaikan harga energi global.

Meski demikian, pemerintah berupaya menahan kenaikan harga tiket agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Oleh sebab itu, kenaikan tarif dibatasi hanya di kisaran 9–13 persen.

Untuk mengimbangi dampak kenaikan tersebut, pemerintah juga memberikan sejumlah insentif. Salah satunya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sebesar 11 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

Selain itu, pemerintah menyiapkan subsidi dengan nilai sekitar Rp1,3 triliun per bulan, atau sekitar Rp2,6 triliun untuk periode dua bulan pelaksanaan kebijakan ini.

Langkah lain yang diambil adalah pemberian insentif berupa pembebasan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya operasional maskapai dalam jangka menengah.

Kebijakan ini bersifat sementara dan direncanakan berlaku selama dua bulan, sambil pemerintah terus memantau perkembangan kondisi global, termasuk dampak konflik geopolitik terhadap harga energi.

Dengan kombinasi kebijakan tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan dan daya beli masyarakat.

Popular Post

Harga Beras Terbaru Hari Ini: Cek Daftar Harga Seluruh Indonesia

Gaya Hidup

Harga Beras Terbaru Hari Ini: Cek Daftar Harga Seluruh Indonesia

Harga Beras 1 Kg Hari Ini: Update Terbaru 10 Juni 2025 Harga beras, sebagai kebutuhan pokok sehari-hari, selalu menjadi perhatian ...

Lowongan Driver Indomaret Kendari

Loker

Lowongan Driver Indomaret Kendari Tahun 2025 (Lamar Sekarang)

Mencari pekerjaan sebagai driver di Kendari? Info lowongan kerja ini sangat cocok untuk Anda! Kesempatan emas untuk bergabung dengan perusahaan ...

Lowongan Driver Indomaret Ciamis

Loker

Lowongan Driver Indomaret Ciamis Tahun 2025 (Resmi)

Mencari pekerjaan sebagai driver di Ciamis? Info lowongan kerja ini mungkin sangat cocok untuk Anda! Bayangkan, mendapatkan penghasilan tetap sambil ...

Waspada! Hoaks Dana Rp150 Juta Brunei, Modus Penipuan Baru

Berita

Waspada! Hoaks Dana Rp150 Juta Brunei, Modus Penipuan Baru

Beredar kabar di media sosial tentang bantuan dana senilai Rp 150 juta dari Kerajaan Brunei Darussalam. Klaim ini tersebar luas ...

Dedi Mulyadi Sakit: Klarifikasi Video Rumah Sakit 2022, Bukan 2025

Berita

Dedi Mulyadi Sakit: Klarifikasi Video Rumah Sakit 2022, Bukan 2025

Beredar video di media sosial yang mengklaim Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dirawat di rumah sakit pada awal Juni 2025. ...

Arya Mohan & Nicole Rossi: Misteri Sinetron Asmara Gen Z Terungkap

Gaya Hidup

Arya Mohan & Nicole Rossi: Misteri Sinetron Asmara Gen Z Terungkap

Sinetron Asmara Gen Z yang tayang di SCTV semakin menarik perhatian penonton dengan alur cerita yang kompleks dan penuh misteri. ...