Sekilas Sanghyangseri

Sejarah Singkat Perusahaan

  • Tahun 1940, terdapat perkebunan besar “Pamanukan & Tjiasem Lands (P & T Lands)” milik swasta asing (Inggris) di Subang, Jawa Barat.
  • Tahun 1957, dengan adanya nasionalisasi P & T Lands dikelola oleh Yayasan Pembangunan Daerah Jawa Barat (YPDB).
  • Tahun 1966, P & T Lands melalui YPDB diubah menjadi tiga proyek, yaitu “Proyek Produksi Pangan Sukamandi Jaya”, “Proyek Penelitian dan Mekanisasi” serta “Proyek Perhewani”.
  • Tahun 1968, ketiga proyek itu kemudian dilebur menjadi “Lembaga Sang Hyang Seri”.
  • Tahun 1971, pada 5 Mei 1971 “Lembaga Sang Hyang Seri” melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 1971 dibentuk Perum Sang Hyang Seri sebagai salah satu sub sistem perbenihan nasional, yang dengan bantuan pinjaman dana dari Bank Dunia merupakan perusahaan perbenihan yang modern dan terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.
  • Tahun 1995, Status Perum diubah menjadi Persero melalui PP 18/1995 tanggal 28 Juni 1995. Core business berkembang dari benih tanaman pangan menjadi benih pertanian dalam arti luas, yaitu meliputi benih tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan, disamping itu dapat juga melakukan kegiatan penunjang core business dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya perusahaan.
  • Tahun 1997, PT Sang Hyang Seri (Persero) memasuki bisnis benih hortikultura.
  • Tahun 2001, mulai mengembangkan bisnis agroinput yang berupa sarana produksi (pupuk organik dan anorganik, pestisida, dan lain-lain) dan agrooutput yang berupa hasil pertanian (beras, gabah konsumsi, kedele konsumsi, jagung konsumsi dan lain-lain).
  • Tahun 2009, AD/ART mengalami beberapa kali perubahan, terakhir disempurnakan oleh Akta Notaris Nomor 7 tanggal 11 Nopember 2009 dari Notaris Hesti Sulistiati Bimasto, SH sesuai surat Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Nomor : AHU-AH.01.10-00979 tanggal 14 Jabuari 2010.
  • Pembinaan perusahaan dilaksanakan oleh Kementerian BUMN sesuai PP 41/2003 tanggal 14 Juli 2003.
  • Pada tahun 2004-2012 perseroan mulai melaksanakan penugasan pemerintah yaitu CBN (Cadangan Benih Nasional) dan BLBU dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Tahun 2013 sampai dengan saat ini perusahaan tetap mendukung peerintah dalam penyaluran Subsidi Benih, CBN dan Upsus.