Yogyakarta, 1 Maret 2018

Melalui simpsoium dan gelar teknologi padi hibrida internasional diselenggarakan oleh International Rice Research Institute (IRRI) bekerjasama dengan Balitbangtan Kementerian Pertanian Indonesia berhasil mempertemukan 147 ahli dan peneliti padi hibrida dari 22 negara.

Simposium dibuka oleh Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X. Setelah mengikuti simposium selama 3 hari, para ahli dan peneliti padi hibrida dari berbagai negara melakukan kunjungan ke kawasan pengembangan padi yang telah ditanami oleh berbagai macam varietas padi hibrida di Margoluwih Sleman, Yogyakarta sebagai penutup acara.

SHS menanamkan benih padi hibrida varietas SL 8 SHS. Varietas padi hibrida unggul milik SHS ini merupakan hasil introduksi dari Filipina yang ditandai dengan malai besar, set benih yang tinggi dan kualitas gabah yang sangat baik dan tahan terhadap Bachteria Leaf Blight. SL 8 SHS mempunyai potensi menghasilnya 14.84 Ton/Ha yang mana merupakan potensi produktifitas tertinggi di kawasan pengembangan padi Margoluwih. Acara dihadiri pula oleh Direktur Operasional PT Sang Hyang Seri (Persero) Hariyanta serta Kepala Divisi Mutu Benih Setya Adi Sampurna.