Distribusi Benih

Distribusi Benih

Kementerian Pertanian telah menetapkan target swasembada pangan nasional, Untuk merealisasikan target tersebut, ketersediaan dan kecukupan benih menjadi persyaratan utama. Saat ini tingkat produksi benih nasional baru mampu memenuhi separuh dari kebutuhan itu.

Indonesia memang harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan benih pangan untuk menutup kebutuhan benih yang selama ini masih banyak diimpor. Terkait dengan target produksi benih padi tersebut, PT Pertani (Persero) memasok 70.500 ton benih padi. Benih ini diproduksi melalui 31 Unit Produksi Bibit yang dimiliki oleh perseroan di seluruh Indonesia. Selain padi, perusahaan juga memproduksi benih kedelai sebanyak 12.000 ton dan benih jagung hibrida mencapai 3.000 ton.

Mengingat penyebaran areal persawahan, persoalan yang dihadapi tidak hanya pada produksi benih, tetapi juga pendistribusian benih secara tepat dan merata sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk itu, perseroan menerapkan sistem distribusi benih dengan menggunakan 3 jalur distribusi yang terbagi menjadi 3 segmen pasar. Pertama, benih bersubsidi didistribusikan kepada petani yang daya belinya menengah ke bawah. Distribusi benih untuk petani ini berkoordinasi dengan program pemerintah yaitu program bantuan subsidi benih unggul. Kedua, distribusi benih dilakukan dalam menyediakan benih bagi program pasar dari proyek pemerintah sesuai dengan APBN dan APBN-P, dan ketiga menyediakan benih kualitas premium untuk para petani yang telah memiliki tingkat daya beli menengah ke atas.

Untuk melihat besaran jumlah kebutunan benih di tiap-tiap daerah, PT Sanghyangseri telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Pemerintah Daerah, baik di tingkat kabupaten dan provinsi. Selain untuk mengetahui jumlah kebutuhan benih tersebut di atas, koordinasi ini dibutuhkan untuk menetapkan jadwal tanam dan jenis benih yang tepat sehingga tanaman petani dapat berkembang dengan baik di tengah cuaca yang tidak menentu akibat anomali iklim.